Selasa, 19 September 2017

10. The Secret World of Arrietty (Hiromasa Yonebayashi, 2010).


          Film ini mengisahkan tentang kehidupan sebuah keluarga bernama The Clock Family. Keluarga mirip kurcaci ini hidup di celah rumah dan hidup
dengan beragam barang-barang tak terpakai. Kehidupan mereka berubah ketika sang anak, Arrietty, berteman dengan seorang manusia.
          Film animasi berjudul The Secret World of Arrietty ini diadaptasi dari buku fantasi karya Mary Norton yang berjudul The Borrowers. Filmnya sendiri dibuat di Jepang oleh sutradara Hiromasa Yonebayashi. Versi Jepang ini kemudian dibawa ke Inggris dan Amerika Serikat dan diedarkan oleh Walt Disney Pictures.






9. Nausicaä of the Valley of the Wind (Hayao Miyazaki, 1984).

          Secara teknis, film ini bisa dibilang bukan keluaran Ghibli. Film ini dibuat jauh sebelum Studio Ghibli didirikan. Namun, bisa dibilang film ini jadi awal Studio Ghibli berdiri. Maka, tak heran jika film ini selalu ada dalam rangkaian film-film Ghibli.
          Film ini menceritakan putri Nausicaä yang datang dari sebuah kerajaan bernama Valley of the Wind. Sang putri berjuang dalam pertarungan untuk menghentikan Tolmekia. Nausicaä ingin menghentikan kerajaan Tolmekia yang menggunakan senjata kuno untuk menghancurkan hutan dengan serangga mutan raksasa.
  






8. Laputa: Castle in the Sky (Hayao Miyazaki, 1986).
     
     Film petulangan yang menegangkan ini mengisahkan tentang dua orang anak yang berusaha menjaga sebuah kristal dari para militer dan perompak yang ingin mencurinya. Keduanya terlibat dalam aksi kejar-kejaran. Para militer ini ingin merebut batu kristal yang menjadi pintu masuk ke dalam sebuah istana terbang yang melegenda.
         Meski akhirnya mereka menemukan istana tersebut, namun mereka tidak bisa membawa harta karun yang berada di dalam istana itu.







 7. Howl’s Moving Castle (Hayao Miyazaki, 2004).

          'Howl’s Moving Castle' bercerita tentang seorang penjual topi bernama Sophie. Ia dikutuk dan berubah menjadi seorang wanita tua oleh seorang penyihir. Dalam perjalanan memecahkan kutukan tersebut, ia bertemu seorang penyihir bernama Howl.
          Nausicaä of the Valley of the Winddirilis di Jepang pada 11 Maret 1984. Film ini dibuat sebelum Studio Ghibli didirikan, namun dianggap sebagai awal dari Studio Ghibli dan seringkali diikutkan sebagai bagian dari karyanya, termasuk dalam DVD dan blu-ray Studio Ghibli Collection.
 








6. Spirited Away (Hayao Miyazaki, 2001).
  
        Kisah tentang seorang anak perempuan bernama Chihiro yang terjebak di dunia roh demi menyelamatkan kedua orang tuanya.
          Tokoh-tokoh di dalamnya begitu terkenal, di antaranya adalah si hantu no-face, penyihir sekaligus pemilik pemandian air panas Yubaba, roh sungai Koharu - Haku, dan masih banyak lagi. 
          Miyazaki, yang juga menyutradarai My Neighbor Totoro (1988) dan Princess Mononoke (1997), keluar dari masa pensiunnya untuk membuat film ini setelah bertemu dengan putri seorang temannya yang menjadi inspirasi bagi Chihiro, tokoh utama dalam film ini. Bapa Chihiro (Akio) didasarkan oleh nama asli bapak anak perempuan itu. Ibu Chihiro (Yuuko) terinspirasi pula oleh seorang kawan Miyazaki. Dan nama teman baik Chihiro adalah Rumi (yang memberinya bunga)), yang merupakan nama aktor suara Chihiro.




 5. Lupin III: The Castle of Cagliostro (Hayao Miyazaki, 1979)
 
           Film bernuansa petualangan dan komedi ini berkisah tentang seorang pencuri yang cerdas. Meski bekerja sebagai pencuri, ia mencoba menyelamatkan seorang putri dari genggaman penjahat kejam. 
          The Castle of Cagliostro (ルパン三世 カリオストロの城 Rupan Sansei: Kariosutoro no Shiro?, "Lupin the Third: Castle of Cagliostro") adalah sebuah film animasi Jepang tahun 1979 yang disutradari oleh Hayao Miyazaki. Film ini merupakan film kedua yang menampilkan pencuri ulung Arsène Lupin III dari seri manga Mokey Punch, Lupin III.[2] Film ini juga dikenal sebagai debut sutradara Miyazaki yang sebelumnya bekerja sebagai seorang animator untuk Toei Animation dan TMS Entertainment (yang bersama studio animasi lainnya) telah menyutradarai beberapa episode dari 2 seri animasi Lupin III dan Lupin III Bagian II. 

4. Grave of the Fireflies (Isao Takahata, 1988).

         Siapkan tissue jika anda ingin menonton film yang satu ini. Kisah pilu yang menceritakan perjuangan kakak-beradik di masa perang ini bisa membuatmu 'nangis bombay'. Keduanya berjuang di tengah perang dunia kedua dan mencoba bertahan hidup dengan sejuta kesulitan.
          Makam Api Api (火 垂 る の 墓 Hotaru no Haka) adalah film drama perang Jepang 1988 yang ditulis dan disutradarai oleh Isao Takahata dan disemangati oleh Studio Ghibli. Hal ini didasarkan pada cerita pendek semi-autobiografi 1967 Grave of the Fireflies oleh Akiyuki Nosaka. [2] Bintang film Tsutomu Tatsumi, Ayano Shiraishi, Yoshiko Shinohara dan Akemi Yamaguchi. Ditetapkan di kota Kobe, Jepang, film ini bercerita tentang dua saudara kandung, Seita dan Setsuko, dan perjuangan putus asa mereka untuk bertahan selama bulan-bulan terakhir Perang Dunia Kedua.



3. The Tale of the Princess Kaguya (Isao Takahata, 2013).
     
     Tidak berlebihan rasanya jika film ini disebut-sebut sebagai salah satu film animasi terbaik. Dengan keindahan seni cat air pada gambar yang dibuat, kartun ini terlihat berbeda.
          Film ini mengisahkan sebuah dongeng tentang seorang pemotong bambu bernama Sanuki no Miyatsuko. Ia menemukan seorang bayi perempuan mungil di dalam bambu yang bersinar. Ia membawa pulang bayi tersebut dan mengangkatnya sebagai anak.
          Saat sang anak yang dinamakan Kaguya itu beranjak dewasa, ia bercerita bahwa dirinya merupakan putri bulan dan harus kembali ke tempat asalnya. 






2. My Neighbor Totoro (Hayao Miyazaki, 1988).

          Totoro mungkin jadi salah satu ikon film Ghibli yang cukup terkenal. 'My Neighbor Totoro' bercerita tentang dua kakak-beradik perempuan yang menemukan petualangan di rumah baru mereka.
          Keduanya berkenalan dengan roh penjaga hutan bernama Totoro. Petualangan-petualangan seru pun terjadi. Film ini seolah membawa imajinasi anak-anak untuk bisa menghabiskan waktu bermain dengan alam.









1. Princess Mononoke (Hayao Miyazaki, 1997).
       
          Keren. Kata tersebut menggambarkan plot dan animasi kartun bertema fantasi ini. Film ini bercerita tentang Ashitaka yang menempuh perjalanan panjang untuk menghilangkan kutukan iblis. Dalam perjalanannya, ia terlibat dalam konflik antara pemburu roh dewa hutan dan putri Mononoke.
          Cerita dalam film ini sangat menarik karena memberikan pesan tentang lingkungan yang dikemas dengan apik dalam sebuah film animasi.
          Princess Mononoke (もののけ姫 Mononoke-hime?) adalah animasi fantasi bersejarah tahu 1997 yang ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli. "Mononoke" (物の怪?) bukanlah sebuah nama, tetapi istilah umum dalam bahasa Jepang untuk roh atau raksasa. Film ini pertama dirilis di Jepang pada tanggal 12 Juli 1997, dan di Amerika Serikat pada tanggal 29 Oktober 1999. Princess Mononoke adalah sebuah drama periode tertentu khususnya di akhir periode Muromachi Jepang tetapi dengan banyak unsur fantastis.
 

{ 1 komentar... read them below or add one }

- Copyright © Talking About What I'm In To; - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -